Allahumma bariklana fii Rajaba wa Sya’ban. Wa balighna Ramadhan….
Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban. dan sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan… Marhaban Ya Sya’ban, kami menantikanmu Ya Ramadhan…
Alhamdulillah, sekarang dah masuk bulan Sya’ban…30 hari lagi , insya ALLOH jika kita panjang umur, kita akan masuki bulan Ramadhan, bulan penuh berkah… )
Selalu ingat, big sale ramadhan masih terbuka loh…. )
“Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim daripada Sayidatina Aisyah R.A., beliau telah berkata yang maksudnya:
“Adalah Rasulullah S.A.W.. sering berpuasa hingga kami menyangka bahawa Baginda berpuasa berterusan dan Baginda sering berbuka sehingga kami menyangka bahwa Rasulullah akan berbuka seterusnya. saya tidak pernah melihat Baginda berpuasa sebulan penuh kecuali pada bulan Ramadhan dan saya tidak pernah melihat Baginda berpuasa sunat dalam sebulan yang lebih banyak dari puasanya di bulan Syaaban.” (Riwayat Bukhari dan Muslim).
Sayyid Sabiq rahimallahu- berkata[1]:”Rasulullah Saw. banyak melakukan ibadah puasa pada bulan Sya’ban”. Sebagaimana diriwayatkan oleh Aisyah: “Aku tidak melihat Rasulullah Saw. sekalipun menyempurnakan puasa satu bulan penuh, kecuali pada bulan Ramadan, dan aku tidak melihatnya berpuasa lebih banyak daripada yang beliau lakukan pada bulan Sya’ban”.[2] (H.R Bukhari dan Muslim)
Dari Usamah bin Zaid radiyallahu ‘anhu- ia berkata:”Aku berkata (pada Rasulullah Saw): “Wahai Rasulullah, aku tidak melihat engkau melakukan puasa sebagaimana yang engkau lakukan pada bulan Sya’ban”. Beliau menjawab:”Itu adalah bulan yang banyak dilupakan oleh manusia yaitu antara bulan Rajab dan Ramadan, itu adalah bulan diangkatnya amal perbuatan manusia kehadapan Allah, dan aku ingin agar amal perbuatanku juga diangkat(pada bulan itu), oleh karena itu aku berpuasa”. (H.R An Nasa-I dan dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah)
Saudaraku, kita sekarang masih berada di awal Sya’ban, sebentar lagi kita akan menjemput Ramadan. Tidak ada yang bisa menjamin kita bisa berjumpa dengan bulan yang mulia ini kembali.
Yuk.. puasa Sya’ban
Rabu, 29 Agustus 2007
Ramadhan is coming
di
22.49
Diposting oleh
KLASICASYIK
Label: Kerohanian
Selasa, 28 Agustus 2007
FUI: Himbau Ormas Islam Tidak Lakukan Razia Tempat Hiburan selama Ramadhan
Penertiban penyakit masyarakat menjelang bulan Ramadhan berupa penyegelan tempat hiburan malam, serta penyitaan minuman keras tidak perlu dilakukan oleh ormas-ormas Islam karena itu menjadi tugas pemerintah daerah dan aparat kepolisian.
Hal tersebut disampaikan oleh Sekjen Forum Umat Islam Muhammad Al-Khaththath ditemui disela-sela aksi unjuk rasa, di Depan Kedutaan Besar Vatikan, Jakarta, Rabu (20/9).
"Penertiban ini harus dilakukan oleh pemda dengan aparatnya tidak perlu oleh ormas-ormas Islam, tetapi kita tetap akan melakukan tekanan," ujarnya menanggapi pertanyaan tentang penertiban tempat hiburan malam yang setiap tahunnya dilakukan oleh salah satu ormas Islam, yang selalu berakhir dengan ricuh.
Menurutnya, jika ada tempat hiburan malam yang tetap melakukan operasi secara terang-terangan saat bulan Ramadhan khususnya di wilayah DKI Jakarta, pihaknya akan meminta Kapolda Metro Jaya beserta aparatnya untuk menindak secara tegas.
Khaththath menegaskan, Forum Umat Islam juga akan mengirimkan delegasinya untuk berdialog dengan pihak pengusaha hiburan malam, agar dapat memaklumi keinginan dari umat Islam untuk menjalankan ibadah secara khusyu’ pada bulan suci Ramadhan.
Dirinya menghimbau, memasuki bulan Ramadhan ini umat Islam harus makin mendekatkan diri kepada Allah dengan cara meningkatkan pembinaan kepribadian Islam, meningkatkan dakwah, serta melakukan amar ma’ruf nahi munkar.(novel)
di
20.13
Diposting oleh
KLASICASYIK
Label: Kerohanian
Awal Ramadhan NU dan Muhammadiyah, Kemungkinan Sama
Meskipun Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah sudah mengeluarkan penetapan awal Ramadhan 1428 Hijriah jatuh pada 13 September 2007, PBNU sampai saat ini belum menentukan kapan dimulainya awal puasa Ramadhan. Karena, masih harus menunggu rukyat atau observasi dengan pandangan mata yang akan dilakukan Selasa 11 September sore.
“Awal puasa menurut Nadhatul Ulama menunggu rukyat hilal 11 September nanti, "jelas Ketua Lajnah Falakiyah NU KH. Ghazali Masruri, di Jakarta, Senin (13/8).
Ia mengatakan, apabila pada 11 September petang, bulan bisa terlihat, maka pada Rabu 12 September ditetapkan sebagai tanggal 1 Ramadhan atau dimulainya puasa pertama.
Ghazali mengungkapkan, hilal pada tanggal 11 September akan terlihat sangat kecil yaitu min 1 derajat, 55 menit, sehingga kemungkinan pada saat itu hilal sulit dilihat secara keseluruhan. Namun, kegiatan observasi rukyat tetap dilakukan.
"Jika tanggal 11 September tidak terlihat bulan, maka sesuai dengan hadist Nabi Muhammad SAW, bulan Sya’ban disempurnakan menjadi 30 hari, dan awal puasa menurut almanak NU akan jatuh pada 13 September, "jelasnya.
Rencananya, sore ini akan dilakukan rukyat hilal atau melihat bulan, untuk menentukan awal bulan Sya’ban.
Sementara itu, Departemen Agama baru akan menetapkan awal Ramadhan dalam sidang ishbat bulan Sya'ban, yang diperkirakan pada 12 September 2007. Sedangkan, penentuan Idul Fitri ditentukan pada akhir Ramadhan 1428 H.(novel)
di
20.03
Diposting oleh
KLASICASYIK
Label: Kerohanian

